Latar Belakang
Dalam
perdagangan sangat berkaitan erat dengan matematika karena dalam perdagangan
pasti akan ada perhitungan, di mana perhitungan tersebut bagian dari
matematika. Secara tidak sadar ternyata semua orang menggunakan matematika
dalam kehidupan sehari-hari seperti jika ada orang yang sedang membangun rumah
maka pasti orang tersebut akan mengukur dalam menyelesaikan pekerjaannya itu.
Oleh karena itu matematika sangat bermanfaat sekali dalam kehidupan
sehari-hari.
Salah satu
karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak ini dapat
menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam matematika. Prestasi
matematika siswa baik secara nasional maupun internasional belum
menggembirakan. Dalam pembelajaran matematika siswa belum bermakna, sehingga
pengertian siswa tentang konsep sangat lemah.
1.2 Identifikasi
Masalah
1. Apa pengertian barisan dan deret ?
2. Apa pengertian Aritmatika?
3. Apa rumus barisan aritmatika, suku tengah barisan
aritmatika, sisipan barisan aritmatika dan deret aritmatika?
4. Bagaimana rumus barisan geometri , deret geometri, dan
geometri tak hingga?
1.3 Tujuan
Dapat mengerti , memahami, dan memnetukan mngenai
barisan dan deret serta aplikasinya.
2.1 BARISAN DAN DERET
Barisan
bilangan merupakan sususan bilangan yang memiliki pola atau aturan tertentu antara satu
bilangan dengan bilangan berikutnya. Jika bilangan pertama dilambangkan dengan
U1 maka bilangan ke 2 adalah U2 dan bilangan ke 3 adalah
U3 … dan bilangan ke n ada Un . Maka barisan itu dapat
dituliskan U1 , U2 , U3 , … Un.
Misalkan U1
, U2 , U3 , … Un merupakan suatu barisan .
Jumlah suku suku suatu barusan itu dinamakan sebagai deret , dan ditulis
sebagai berikut
U1 + U2
+ U3 … + Un dan jumlah dari suatu deret dilambangkan
dengan Sn
2.1.1
Barisan Aritmatika (Barisan Hitung)
Secara umum dirumuskan dengan bentuk
Un = a + (n – 1)b dengan b = Un
– Un-1
Dengan keterangan ;
a adalah suku pertama
n adalah banyaknya suku
Un adalah suku ke n
Contoh Soal
1. Juka diketahui barisan Aritmatika 3,7,11,15… carilah
rumus ke-n dan suku ke-30
Penyelesaian :
Nilai a = 3 dan b 7 – 3 = 4
Suku ke-n Un = a + (n – 1)b
= 3 + (n – 1)4
= 3 + 4n-4 = 4n – 1
Suku ke 30 U30 = 3 + 4(30) – 1
= 119
Suatu barisan
Aritmatika dengan banyak suku ganjil. Maka dapatlah suku tengah dari barisan
artmatika itu dengan :
Ut = U1 + Un atau Ut = 1 (U1
+ Un) dengan t = 1 (n + 1)
|
2 2 2
|
Contoh
Soal
1. Jika barisan Aritmatika 3,8,13,…,283. Tentukanlah suku
tengahnya dan suku keberapakah suku tengah tersebut?
Penyelesaian :
Dik : U1
= 3 ; Un = 283
Maka Ut = U1
+ Un
2
= 3 + 283 = 143
2
Dan untuk , Ut = 143
a + (t – 1)b
= 143
3 + 5t – 5
= 143
5t = 145
t =
29
Namun bila
suatu barisan disisipkan buah bilangan antara x dan y maka beda barisan yang
terbentuk :
b = y –
x
k + 1
Dengan keterangan :
K adalah banyak bilangan
X adalah bilangan ke-1
Y adalah bilamham ke-2
Contoh Soal
1. Jika antara bilangan 21 dan 117 disisipkan 11 bilangan yang berakibatkan terbentuklah barisan
Aritmatika. Tentukan beda dan suku ke-10
Penyelesaian :
b = y – x = 117 – 21 = 96 = 8
k + 1
11 + 1 12
Maka didapat , U10 = a
+ (n – 1) b
= 21 + (10 – 1) 8
=
93
2.
Tiga bilangan diantara
8 dan 60
Penyelesaian
:
b = y – x = 60 – 8 = 52 = 13
k + 1
3 + 1 4
Maka barisan aritmatika yang terbentuk
adalah 8,21,34,47,60
2.1.2 Deret Aritmatika (Deret
Hitung)
Deret Aritmatika dilambangkan Sn. Berikut
adalah sifat-sifat Sn :
Bila a adalah suku pertama dari Un
Sn = n
(2a + (n – 1)b atau Sn
= n (a + Un)
|
2 2
|
Contoh Soal
1. Diketahui deret bilangan 10 + 12 + 14 + 16 +… + 98
dari deret bilangan itu jumlah bilangan yang habis dibagi 2dan tidak habis
dibagi 5 adalah …
Penyelesaian :
Un = a + (n – 1)b Sn = n/2 (a + Un)
98 = 10 + (n – 1)2 S45
= 45/2 (10 + 98)
98 = 10 + 2n-2 = 45/2 108
n = 45 = 2430
Bila yang dimaksud adalah 10,20,30,40,50,…,90.
Un = a + (n – 1)b Sn = n/2 (a + Un)
90 = 10 + (n – 1)10 S9
= 9/2 (10 + 90)
90 = 10 + 10n-10 = 9(50)
n = 9 = 450
Maka, jumlah bilangan yang dimaksud pada soal adalah
Sn = S45 – S9 = 2430
– 450 = 1980
2. Bila diketahui suatu deret Aritmatika adalah 12 + 15 +
18 + … maka S10?
Penyelesaian :
Sn =
n (a + (n – 1)b)
2
S10
= 10 (12 + (10 – 1)3)
2
= 5 (51) = 255
2.2.1 Barisan Geometri (Barisan
Ukur)
Barisan
Geometri adalah barisan dengan rasio (pembandingan/pengali) antar dua suku yang
berurutan selalu konstan. Bentuk umum dari deret geometri :
U1
, U2 , U3 , … Un atau a , a , ar , ar2
,…, arn-1 dengan r ≠ 0 yang berarti Un = arn-1
Sehingga
berlaku :
r = Un
Un-1
Dengan keterangan
:
r adalah rasio
a adalah suku
pertama
Un adalah
suku ke-n
n adalah banyak
suku
Barisan
Geometri dibagi menjadi 3 yaitu :
Contoh Soal :
1. Bila terdapat barisan geometri 24,12,6,3, dengan suku
ke-n adalah Un .
Tentukan Un
dan suku ke-6 dai barisan tersebut.
Penyelesaian :
= 24.(½)n-1
= 3.8 (2-1) n-1
= 3.23. 2-
n+1
= 3.24-n
Suku ke-6
adalah Un = 3.24-n
U6
= 3.24-6
= 3.2-2 = ¾
Bila Barisan Geometri memiliki banyak suku ganjil n sebagai suku pertama
dan a dan sukuakhir Un
maka Ut adalah :
U1
Ut
= √U1 . Un atau Ut2
= a . Un, dengan t = ½ (n +
1)
Contoh Soal:
1. Barisan bilangan ½ , 1,2,4,…,128 merupakan barisan
geometri dengan banyak suku ganjil. Tentukan suku tengahnya dan suku
keberapakah suku tengah tersebut?
Penyelesaian :
Ut =
√U1 . Un
= √½ . 128 = √64 = 8
Art-1 =
8 t =
5
½ . 2 t-1 =
8
2 t-1 =
16
2 t-1 =
24
Dan apabila diantara x dan y disisipkan k buah bilangan, maka x , xr, xr2, … , xrk
dab dapat dirumuskan r = k+1√y/x .
Contoh Soal :
1.
Sisipkan berapa
bilangan dibawah ini agar menjadi barisan geometri.
a.
Tiga bilangan
diantara 6 dan 48
Penyelesaian :
r = 3+1√48/6
= 4√8
= 2
Maka barisan geometri yang terbentuk 6, 12, 24, 48
Hasil perkalian suku-suku barisan geometri adalah P = anr1/2(n-1)
dapat dibuktikan dengan
Barisan Geometri : a , ar, ar2, …, arn-1
P = a . ar . ar2 . … . arn-1
= anr1+2+3+...+(n-1)
= anrn/2(n-1)
2.2.2 Deret Geometri (Deret Ukur)
Pada keseharian pertambahan penduduk mengikuti dari
pola deret geometri. Rumus jumlah n suku pertama dari barisan geometri dengan
suku pertama a dan rasio r adalah
Sn = a (rn – 1)
untuk r > 1 atau Sn = a (1 – rn) untk r <
1
|
r
– 1 1 - r
|
1. Jumlah n suku pertama dari barisan Geometri adalah Sn
= 2n+1 – 2
Tentukan rumus
suku ke-n dan nilai suku ke-7
Penyelesaian ;
Sn =
2n+1 – 2, Maka Un = Sn – Sn-1
= (2n+- 2) – (2n+-1
– 2)
= 2.2n + 2
= 2n
Maka U7
= 27 = 128
2.2.3 Geometri Tak Hingga
Deret Geometri tak Hingga dapat
dirumuskan menjadi :
1 - r
Contoh Soal :
1.
Tentukan nilai
deret geometri berikut
a.
24 + 12 + 6 + …
b.
1 + ⅔ + (⅔)2 + (⅔)2 +
…
Penyelesaian :
a.
24 + 12 + 6 + …
Diperoleh :
a = 24 damn r = ½
Jadi nilai jumlah tak hingga suku-sukunya adalah
1 – r 1 – ½
b.
1 + ⅔ + (⅔)2 + (⅔)2 +
…
Diperoleh :
a = 1 dan r = ⅔
1 - r 1 – ⅔
Tidak ada komentar:
Posting Komentar